Lukai Aku Sekali Lagi

Wednesday, September 26, 2018
Judul       : Lukai Aku Sekali Lagi
Penulis    : Ahmad Ali Adhim & Hanny Lubaba
Penerbit  : Belibis Pustaka, Yogyakarta
Cetakan  : Pertama, 2017
Tebal : 177 Halaman
ISBN : 978-602-5653-01-8
Harga      : 39.000,-
Order      : 0822 2323 3845


TESTIMONI
Pernah saya menulis,” Tak pernah ada Cinta yang rapi. Rindu membuatnya berantakan lagi.” Membaca puisi-puisi dalam “Lukai Aku Sekali Lagi” karya Ali Adhim dan Hanny Lubab, saya merasakan keperihan Rindu yang terluka oleh Cinta. Puisi-puisinya jujur dan oleh karena itu mengajak para pembaca berhenti mendustai kata hati. Di hadapan puisi Ali Adhim dan Hanny Lubab, kita seperti berhadapan dengan cermin dan menemukan diri sendiri yang fatamorgana. Selamat menikmati.!
***
Candra Malik, Sastrawan Sufi
Ajib, mantab buku ini!
***
Ustadz Orange (Narlis Nazar, MA)
(Narasumber Cahaya Hati ANTV & Alumnus Universiti Kebangsaan Malaysia)

Buku keren dan menyayat hati!
***
Mukti Ali Qusyairi
(Penulis Buku Islam Madzhab Cinta & Alumnus Al-Azhar University)

Buku ini barangkali menjadi sublim manakala dipahami sebagai dua ‘kejadian yang bergerak’ di antara kita, yang bergerak tentu saja bisa berarti ‘sedang berlangsung’, up to date. Sekalipun apa yang ditulisnya berangkat dari masa lalu, ia tetap dapat bergerak di masa kini melalui ingatan, dan ingatan yang bergerak adalah ingatan yang aktiv.
Puisi dan prosa menjadi pilihan penulis untuk menawarkan sejumlah ‘kejadian yang bergerak’ itu kepada kita sebagai alat untuk mengkonfirmasi bahwa luka itu memang ada, bahwa manusia tak dapat menghindar dari cinta itu pasti. Dan itu pula sebabnya ia, penulis perlu terluka untuk mengukur kedalaman cinta.
Pendek kata, Ali Adhim dan Hanny Lubaba, bagi saya adalah sepasang puisi yang bergerak di antara peristiwa, di antara kejadian yang sudah mengalami konversi ke dalam teks. Akhirul kalam, tulisan yang baik adalah tulisan yang menimbulkan kebahagiaan bagi pembacanya, juga sekaligus dapat menunda kehancuran di muka bumi ini. Buku ini menjadi salah satu buktinya.
***
Usman Arrumy
Penyair (Mahasiswa Al-Azhar Cairo)

Ketika membaca rangkaian puisi dalam buku ini, saya tidak bisa berhenti untuk terus tersenyum, membayangkan setiap bait-bait maknanya yang begitu indah membuat saya ingin terus membacanya. Puisi-puisi yang sangat menyentuh.!
***
Luluk HF
(Penulis Novel Best Seller  EL)

Pemilihan kata atau diksinya sangat tepat, tidak membuat dahi berkerut, menggelitik walau saya baca berulang, ada juga yang membuat saya tertawa geli, cerita yang disuguhkan betul-betul mengalir dalam makna. Penggunaan rima sekalipun tidak dominan mewarnai puisi Mas Ali dan Mbak Lubaba. Jujur saya jatuh hati pada semua kata yang ada dalam puisi-puisi ini, terutama pada lembar persembahan yang mereka berdua tulis, sangat menyentuh. Puisi dalam buku ini sempurna sebagai sebuah karya. Saya salut sesalut salutnya.!
***
Maryam Sorohiti, S.S., M.H.Sc.
(Dosen Apresiasi Sastra Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

Puisi karya Ali dan Lubaba ini seperti rangkaian kisah yang saling memisah, namun memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Ini sama sekali bukan novel ataupun cerpen, namun memiliki sebuah rangkaian yang saling bertautan. Tiap kali saya membaca satu puisi, di puisi yang lain seakan mengajak saya untuk menemukan bahwa kerangka keseluruhan buku ini sengaja disusun untuk membentuk satu keutuhan. Saya rasa mereka berdua telah berhasil menggoda saya untuk terus mencari kebenarannya, juga membuat saya selalu menebak-nebak apa makna di balik kata yang mereka tulis.
***
Rio Ibrahim Aldassuf
(Penulis Puisi Rindu Rindu yang Kau Pilih)



Emoticon