ETHIOSOPHIA

Wednesday, January 16, 2019

Judul: ETHIOSOPHIA
Penulis: FAWAID ABRARI
Penerbit: Belibis Pustaka
Cetakan: Pertama, Januari 2019
Tebal: XI + 270
ISBN: 978-602-5653-39-1
Harga: Normal 65.000 - PO 45.000


Gejolak anti Tuhan di satu sisi, namun tidak terima hanya hidup sebatas material disisi lain, atau tidak percaya akan adanya Surga dan Neraka, tetapi berkeyakinan bahwa hidup tidak imanen di Dunia semata, adalah bukti konkret bahwa rasionalitas memiliki keterbatasan, atau setidaknya ada titik kelelahan dan merasa tidak sampai untuk menembus dinding sesuatu yang kekal dan tentang universalitas. Disinilah, proses seseorang dalam pengalaman personal transenden teologisnya, menuntut ekspresi ultima sebagai pijakan akhir bagi puncak rasionalitasnya, suatu esensi terdalam yang tidak mungkin untuk direduksi (irreducible) sebagai struktur fundamental manusia beragama, inilah yang kemudian saya bahasakan sebagai Iman.
Fawaid Abrari, Ethiosophia

Tafsir falsafi ethiosophia adalah salah satu model kritik cerdik yang halus atas berbagai pandangan dunia filsafat bahwa diskursus iman hanya akan mempertebal inferioritas iman dihadapan rasionalitas. Pemetaan antara percaya, yakin, dan iman adalah suatu usaha yang cukup baik untuk menepis salah kaprah tentang pemaknaan iman. Ethiosophia hadir dengan keberanian penuh untuk menampilkan satu corak kajian epistemologi yang relatif baru.
Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A

Ethiosophia adalah kajian yang relatif baru, dengan buku dua arus pemikiran, antara filsafat dan tasawuf, yang dihaturkan dalam nuansa yang harmonis. Buku ini membahas tentang hubungan romantis antara iman dan moralitas, sebagai jawaban atas krisis iman dan dekadensi moral manusia millenial. Buku ini mampu menampilkan pelik-pelik argumentasi mengenai persoalan rasionalitas manusia, yang dikemas secara gamlang dan singkat. Sebuah kekayaan baru bagi khazanah ilmiah nusantara yang dengan cermat dan berani melahirkan satu epistemologi baru. Buku ethiosophia tampil dengan dua corak pemikiran, antara filsafat dan tafsir komtemporer.
Kajian mengenai iman yang diteliti dalam bingkai rasionalitas, sekaligus kajian mengenai moralitas Nabi Muhammad dengan menghadirkan imperatif moral rasional Immanuel Kant sebagai pisau analisanya, adalah sebentuk kajian ilmiah yang cukup berani, cerdik dan menarik. Buku ini sangat layak untuk dibaca bagi orang-orang yang percaya bahwa iman bukan omong kosong belaka. Iman tidak hanya perasaan percaya kepada Tuhan. Dalam buku ini, engkau akan menjumpai banyak hal yang baru mengenai iman, yang mungkin anda belum menyadari sebelumnya. Buku ini akan mengantarkan para pembacanya menuju penghambaan yang seesungguhnya kepada Allah, bahwa agama bukan sebentuk keharusan, keterpaksaan, atau semacam doktrin an sich, melainkan agama hadir sebagai sebauh keniscayaan bagi seluruh makhluk rasional.

Bila anda merasa bahwa anda adalah makhluk rasional, maka saya ucapkan Selamat membaca buku ethiosophia ini.



Emoticon