Setetes Embun

Saturday, February 16, 2019

Judul: SETETES EMBUN 
Penulis: Hammam Farozdak
Penerbit: Belibis Pustaka
Cetakan: Februari, 2019
Tebal: viii + 175 Hlm
ISBN: 978-602-5653-42-1
Harga: 49.000,-



Testimoni
***
Hadirnya buku setetes embun ini, bagi saya benar-benar menjadi penyejuk laksana oase di tengah sahara. Tidak hanya setiap pagi saya membaca ayat ayat Alquran, kata kata Mutiara ataupun beragam motivasi yang terkirim "istiqomah" di WhatsApp setiap pagi menjelang subuh, akan tetapi juga menemani kesibukan saya dalam menjalankan tugas sebagai Anggota DPRD Kota Malang. Tidak jarang, setetes embun ini menginspirasi saya dalam berbagai kesempatan dan keadaan, memberikan embrio ide-ide baru dalam menyelesaikan sebuah tugas ataupun pekerjaan. Sudah barang tentu juga menjadi suplemen untuk mencharge suasana dan cuaca batin yang fluktuatif, disaat cerah akan menjadi stimulan untuk menambah semangat kerja, dan menjadi imun penambah daya tahan tatkala cuaca batin sedang berawan.
Untuk itu saya sangat menyambut baik dirangkumnya "Setetes Embun" ini menjadi sebuah buku, sehingga lebih memudahkan untuk menikmati bukan hanya setetes embun lagi, akan tetapi sudah menjadi se-Kolam Embun yang setiap saat dapat di nikmati kapanpun, dimanapun dan oleh semua kalangan. Selamat membaca.!
-H. MOHAMMAD. ULA, SH
(Anggota DPRD Kota Malang)
***
الدين النصيحة قلنا: لمن يا رسول الله؟ قال: لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم

Rasulullah berkata bahwa agama adalah nasehat, dan nasehat terbaik ada pada setiap nilai pada agama ini. Alhamdulillah, sebuah kebahagiaan setiap al-Faqir mendapat tetesan embun nasehat dari Kakakanda hampir setiap malam melalui komunikasi virtual sosial media; beliau seringkali mencurahkan banyak ide-ide berlian yang berhubungan dengan penyederhanaan bahasa Al Qur’an yang sangat agung tanpa menghilangkan unsur-unsur intelektual namun tetap menggunakan bahasa yang pas بلسان قومه dizaman milenial ini. Zaman di mana nilai-nilai kehidupannya mulai jauh dari sumber mata air Agama. Semoga Allah SWT (bi barokatil) al-Qur’an menjadikan kita, keluarga kita dan seluruh muslimin memiliki hati yang bersandar dan terhiasi dengan keagungan al-Qur’an. Amien.
-Idhohul Mubham
Salam cinta untuk Kakanda dari
Rusaifah, Makkah al-Mukaroomah
2 Robiul Tsani 1440 H.
Muhibbin, Abuya Dr. As Sayyid Ahmad Bin Muhammad Bin Alawi al Maliki al hasany
***
Membaca buku setetes embun ini kita seperti mengingat yang sudah-sudah kita lewati atau bisa dibilang masalalu. Kata-kata setetes embun seperti hidup sehingga kita sebagai pembaca seperti merasakan hal itu atau dulu pernah merasakan hal seperti itu.  Inspirasi penulis setetes embun selalu ada saja disetiap hari,  semakin kebelakang kata-kata setetes embun makin memotivasi dan di lengkapi ayat-ayat al-quran beserta artinya membuat pembaca semakin tau arti ayat tersebut. Sudah sekian lama setetes embun berkata dan akhirnya kini terbukukan. Sebagai penikmat setetes embun mengucapkan selamat untuk penulis setetes embun Ustadz Hammam Farosdak dan sukses,  semoga buku setetes embun dapat menjadi amal jariyah beliau. Amiin.
-Amalia Shofa Mabruroh
(Mahasiswi UIN Maliki, Sekaligus admin @setetes_embun02)

 ***
Setiap pagi selalu dihadirkan pencerahan hidup, motivasi untuk selalu dekat dengan Tuhan, obat bagi yang sedang frustasi, penggugah jiwa, dan menjadi penyemangat di pagi hari. Inilah setetes embun yang setiap pagi hari saya baca di media elektronik (whattapps) grop Alumni Ma’had Tahfiz al-Qur’an Al-Amien Madura. Kalimat-kalimat motivasi dalam buku setetes embun ini selalu diiringi dengan ayat-ayat al-Qur’an yang sesuai dengan konteks motivasinya, sehingga menjadi penguat dalam berargumentasi. Buku ini sangat luar biasa karena penulisnya hafizul Qur’an (penjaga al-Qur’an), dimana setiap nafasnya selalu terucap kalam ilahi, setiap langkahnya berdasar ayat-ayat suci, setiap pekerjaannya tidak lepas dari petunjuk kitab suci.
Ada pelajaran penting dari sang penulis yang jarang dilakukan orang-orang saat ini, yakni sifat istiqamah (secara terus menerus). Keistiqamahan ini dilakukan sang penulis, kemudian dituangkan dalam bentuk karya yang ditulis disetiap pagi hari, lalu disebarkan melalui media elektronik. keistiqamahn ini memiliki arti dan nilai penting serta tauladan bagi kita di era kontemporer, bukankah ada pepatah mengatakan, al-istiqamatu khairun min alfi karamah (istiqamah/pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus lebih baik dari seribu karamah). Nilai-nilai kebaikan yang ditulis dalam buku ini perlu bahkan wajib kita renungkan dan amalkan agar dalam menjalani kehidupan kita selalu optimis dan tidak gampang menyerah. Oleh karena itu, menjadi keharusan anda memiliki dan membaca buku ini. Selami tetesan embun disetiap kata dan kalimatnya. Selamat membaca.

Dr.  Ridhoul Wahidi. MA
(Pengasuh Ma'had Tahfidz Al Qur'an Daarul Huffaz, Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri)



Emoticon